PEMBELAJARAN

Tampilkan postingan dengan label KATE. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KATE. Tampilkan semua postingan

INDUSTRI MANUFAKTUR DAN PERAKITAN

Industri Manufaktur dan Perakitan:
Peran, Tantangan, dan Masa Depan

 
 
Perhatikan Video berikut ini :


Perhatikan video perakitan berikut ini :


Industri manufaktur dan perakitan merupakan tulang punggung ekonomi di banyak negara di dunia, karena industri ini menciptakan produk yang kita gunakan sehari-hari dan yang mendukung banyak sektor lainnya. Industri ini memainkan peran penting dalam pengembangan teknologi, pengentasan kemiskinan melalui penciptaan lapangan kerja, dan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui ekspor. Namun, di era yang semakin maju, industri ini juga menghadapi tantangan yang signifikan, terutama terkait teknologi, lingkungan, dan globalisasi. 
 
Apa Itu Industri Manufaktur?

Industri manufaktur adalah sektor ekonomi yang melibatkan proses produksi barang dengan mengolah bahan mentah atau komponen menjadi produk jadi. Proses manufaktur biasanya meliputi berbagai tahapan, mulai dari desain, pemilihan bahan, pemrosesan, hingga perakitan dan pengemasan produk akhir. Industri ini beragam, mulai dari pembuatan produk sederhana seperti tekstil dan makanan, hingga produk kompleks seperti elektronik, otomotif, dan peralatan mesin.


Secara umum, industri manufaktur dibagi menjadi beberapa subkategori, seperti:
  1. Manufaktur Makanan dan Minuman: Produksi barang konsumsi yang siap dikonsumsi oleh masyarakat, seperti makanan olahan, minuman, dan produk sehari-hari.
  2. Manufaktur Barang Elektronik: Membuat perangkat elektronik seperti komputer, televisi, telepon genggam, dan alat rumah tangga.
  3. Manufaktur Otomotif: Merupakan industri yang memproduksi kendaraan bermotor, seperti mobil dan sepeda motor, termasuk komponen-komponen kendaraan.
  4. Manufaktur Kimia dan Farmasi: Menghasilkan bahan kimia, obat-obatan, kosmetik, dan produk kesehatan lainnya.

Apa Itu Industri Perakitan?
Industri perakitan adalah bagian dari industri manufaktur yang fokus pada proses penggabungan komponen-komponen menjadi produk akhir yang siap digunakan. Proses ini terjadi setelah setiap komponen atau bagian telah dibuat dan siap untuk dirangkai. Dalam industri otomotif, misalnya, perakitan adalah proses ketika berbagai bagian mobil seperti mesin, badan, roda, dan sistem elektronik disatukan menjadi satu kendaraan. Di industri elektronik, perakitan melibatkan penyusunan berbagai komponen elektronik, seperti papan sirkuit, baterai, dan layar, menjadi perangkat seperti telepon pintar atau komputer.

Salah satu inovasi terbesar dalam industri perakitan adalah penggunaan assembly line atau jalur perakitan. Jalur ini memungkinkan barang diproduksi secara berurutan, di mana setiap tahapan produksi dilakukan secara bertahap oleh pekerja atau robot, sehingga meningkatkan efisiensi dan mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk membuat produk.

Peran Industri Manufaktur dan Perakitan dalam Ekonomi
  1. Penciptaan Lapangan Kerja: Industri manufaktur dan perakitan merupakan penyumbang lapangan kerja yang signifikan, terutama di negara berkembang. Pekerjaan di industri ini tidak hanya mencakup tenaga kerja terampil, tetapi juga tenaga kerja semi-terampil dan tidak terampil.
  2. Pertumbuhan Ekonomi: Sektor manufaktur memberikan kontribusi besar pada Produk Domestik Bruto (PDB) suatu negara. Dengan ekspor produk yang tinggi, sektor ini menjadi sumber pendapatan utama bagi banyak negara.
  3. Inovasi Teknologi: Industri manufaktur merupakan pusat inovasi teknologi. Dengan meningkatnya kebutuhan produk yang lebih efisien dan canggih, berbagai inovasi muncul, seperti otomatisasi, penggunaan robot, dan kecerdasan buatan dalam produksi.
  4. Penguatan Infrastruktur dan Rantai Pasokan: Untuk mendukung manufaktur, dibutuhkan infrastruktur yang kuat, termasuk transportasi, energi, dan teknologi informasi. Industri ini juga menguatkan rantai pasokan dalam negeri dan meningkatkan hubungan dagang antarnegara.

Tantangan yang Dihadapi Industri Manufaktur dan Perakitan
  1. Otomatisasi dan Robotik: Meskipun meningkatkan efisiensi, otomatisasi dan penggunaan robotik dalam industri perakitan dan manufaktur dapat menyebabkan berkurangnya peluang kerja bagi tenaga kerja manusia.
  2. Persaingan Global: Dengan adanya globalisasi, persaingan antarnegara dalam sektor manufaktur semakin ketat. Negara-negara harus dapat menghasilkan produk berkualitas tinggi dengan biaya produksi yang kompetitif.
  3. Isu Lingkungan: Industri manufaktur sering kali dianggap sebagai salah satu penyumbang terbesar polusi udara, air, dan tanah. Oleh karena itu, diperlukan upaya lebih lanjut dalam penerapan teknologi yang ramah lingkungan dan penggunaan sumber daya secara efisien.
  4. Perubahan Permintaan Pasar: Selera dan kebutuhan konsumen berubah seiring waktu, dan industri manufaktur harus dapat beradaptasi dengan cepat untuk memenuhi permintaan pasar yang selalu dinamis.

Masa Depan Industri Manufaktur dan Perakitan
Masa depan industri manufaktur dan perakitan sangat dipengaruhi oleh perkembangan teknologi seperti Internet of Things (IoT), Kecerdasan Buatan (AI), dan Otomatisasi. Tren baru seperti manufaktur berkelanjutan dan perakitan cerdas akan mendorong industri ini menjadi lebih ramah lingkungan, efisien, dan responsif terhadap kebutuhan konsumen.

Beberapa tren masa depan yang diantisipasi dalam industri ini meliputi:
  • Manufaktur Berkelanjutan: Mengedepankan penggunaan bahan daur ulang, pengurangan limbah, dan pengelolaan energi yang efisien dalam proses manufaktur.
  • Smart Manufacturing: Penerapan teknologi IoT untuk memantau dan mengoptimalkan proses produksi secara real-time.
  • Personalisasi Produk: Dengan teknologi baru, produk dapat lebih mudah disesuaikan dengan kebutuhan spesifik konsumen, seperti dalam industri elektronik dan otomotif.
  • Produksi Berbasis Cloud dan Data: Data menjadi sangat penting dalam pengambilan keputusan produksi, sehingga memungkinkan manufaktur yang lebih presisi dan tepat waktu.

Kesimpulan
Industri manufaktur dan perakitan memiliki peran penting dalam mendorong perkembangan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan inovasi teknologi. Meskipun menghadapi tantangan dari perubahan teknologi dan tekanan lingkungan, sektor ini terus bertransformasi menuju masa depan yang lebih cerdas dan berkelanjutan. Perkembangan teknologi baru yang ramah lingkungan dan berbasis data akan membantu industri ini tetap relevan dan beradaptasi dengan tuntutan zaman.
Dengan berbagai peluang dan tantangan yang ada, industri manufaktur dan perakitan memiliki potensi besar untuk terus berkembang dan memberikan manfaat ekonomi yang signifikan di masa depan.

Hukum Ohm

Materi : Hukum Ohm.

Penemu Hukum Ohm adalah Georg Simon Ohm. 

Beliau adalah seorang fisikawan asal Jerman yang hidup pada abad ke-19. Melalui eksperimen-eksperimen yang dilakukannya, Ohm berhasil menemukan hubungan matematis antara tegangan, arus, dan hambatan dalam suatu rangkaian listrik. Penemuan inilah yang kemudian dikenal sebagai Hukum Ohm.

Mengapa Hukum Ohm Penting?

Hukum Ohm menjadi dasar pemahaman kita tentang listrik. Prinsip yang dikemukakan Ohm sangat fundamental dalam bidang elektronika dan kelistrikan. Berkat Hukum Ohm, kita dapat merancang berbagai macam perangkat listrik, dari yang sederhana seperti lampu hingga yang kompleks seperti komputer.

Hukum Ohm adalah salah satu konsep dasar dalam listrik yang sangat penting untuk dipahami. Hukum ini menjelaskan hubungan antara tegangan, arus, dan hambatan dalam suatu rangkaian listrik.

Bunyi Hukum Ohm:

Kuat arus yang mengalir dalam suatu penghantar sebanding dengan beda potensial (tegangan) antara ujung-ujung penghantar tersebut, asalkan suhu penghantar tetap.

Rumus Hukum Ohm:

Hukum Ohm dapat dinyatakan dalam rumus matematika sebagai berikut:

V = I x R

Dimana:

  • V = Tegangan listrik (dalam volt)
  • I = Kuat arus listrik (dalam ampere)
  • R = Hambatan listrik (dalam ohm)

Artinya:

  • Semakin besar tegangan (V), maka semakin besar pula kuat arus (I) yang mengalir, asalkan hambatan (R) tetap.
  • Semakin besar hambatan (R), maka semakin kecil kuat arus (I) yang mengalir, asalkan tegangan (V) tetap.

Penerapan Hukum Ohm:

Hukum Ohm memiliki banyak sekali penerapan dalam kehidupan sehari-hari, seperti:

  • Perhitungan daya listrik: Hukum Ohm dapat digunakan untuk menghitung daya listrik yang digunakan oleh suatu perangkat elektronik.
  • Perancangan rangkaian listrik: Hukum Ohm sangat penting dalam merancang berbagai macam rangkaian listrik, mulai dari rangkaian sederhana hingga rangkaian yang kompleks.
  • Analisis kerusakan pada peralatan listrik: Dengan memahami Hukum Ohm, kita dapat menganalisis penyebab kerusakan pada peralatan listrik dan melakukan perbaikan.

Contoh Soal:

Misalnya, kita memiliki sebuah lampu dengan hambatan 10 ohm. Jika lampu tersebut dihubungkan dengan sumber tegangan 220 volt, maka kuat arus yang mengalir pada lampu tersebut adalah:

  • I = V / R 
  • I = 220 volt / 10 ohm 
  • I = 22 ampere



MPI_AHMAD IQBAL SOETANTO by AHMAD IQBAL SOETANTO

MATERI : BAB 4

BAB 4

 PROSES PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR DAN REKAYASA ELEKTRONIKA 


Buku Materi Pelajaran : 



=================================

SOAL LATIHAN


1. Proses manufaktur ialah ....

a. aktifitas pengolahan bahan mentah menjadi barang setengah jadi atau barang jadi

b. Aktifitas pengiriman barang jadi atau setengah jadi dari pabrik ke distributor

c. Aktifitas pengiriman barang dari distributor ke retail outlets

d. Aktifitas penjualan barang dari retail outlets ke konsumen.

e. Aktifitas pengolahan barang setengah jadi menjadi barang jadi.


2. Yang tidak termasuk langkah-langkah produksi rekayasa adalah ....

a. Mengevaluasi

b. Mengontrol 

c. Merencanakan

d. Mengembangkan produksi

e. Mengambil keputusan


3. Proses menghubungkan komponen-komponen elektronika dengan papan sirkuit (PCB) disebut ....

a. soldering

b. desoldering

c. karakteristik statis

d. karakteristik dinamis

e. motor listrik


4. Proses pelepasan kaki komponen dari papan PCB disebut ....

a. soldering

b. desoldering

c. karakteristik statis

d. karakteristik dinamis

e. motor listrik


5. Karakteristik alat ukur yang berubah sesuai dengan fungsi waktu (kecepatan tanggap alat ukur) disebut ....

a. soldering

b. desoldering

c. karakteristik dinamis

d. karakteristik statis

e. motor listrik


6. Karakteristik alat ukur digunakan untuk pengukuran kondisi atau keadaan yang tidak dipengaruhi oleh waktu ....

a. soldering

b. desoldering

c. karakteristik dinamis

d. karakteristik statis

e. motor listrik


7. Sinyal data dalam bentuk gelombang sinusoidal yang kontinu, untuk membawa informasi dengan cara mengubah karakteristik gelombang disebut ....

a. frekuensi

b. karakteristik sinyal

c. sinyal digital

d. sinyal analog

e. penguatan sinyal


8. Sinyal data dalam wujud pulsa yang bisa mengalami perubahan secara tiba-tiba dan mempunyai besaran 0 dan 1 disebut ....

a. frekuensi

b. karakteristik sinyal

c. sinyal digital

d. sinyal analog

e. penguatan sinyal


9. Mesin listrik yang tidak mempunyai komponen / bagian yang bergerak disebut ....

a. transformator

b. mesin listrik dinamis

c. mesin listrik tetap

d. generator

e. mesin listrik statis


10. Mesin listrik yang mempunyai komponen atau bagian-bagian yang bergerak atau berputar disebut ....

a. transformator

b. mesin listrik dinamis

c. mesin listrik tetap

d. generator

e. mesin listrik statis


11. Mesin listrik yang memiliki fungsi mengubah energi listrik menjadi energi mekanik disebut ....

a. transformator

b. mesin listrik dinamis

c. motor listrik

d. generator

e. mesin listrik statis

 

12. Mesin listrik yang berfungsi untuk mengubah energi gerak / mekanik menjadi energi listrik disebut ....

a. transformator

b. mesin listrik dinamis

c. motor listrik

d. generator

e. mesin listrik statis


13. Mesin listrik yang berfungsi untuk mengubah tegangan listrik sehingga dapat digunakan pada keadaan tegangan yang diinginkan disebut ....

a. transformator

b. mesin listrik dinamis

c. motor listrik

d. generator

e. mesin listrik statis

 ===================

FORM JAWABAN 

 

MATERI : BAB 3


BAB 3
PROFESI DAN KEWIRAUSAHAAN



A. Profesi dan Kewirausahaan (job profile dan technopreneurship)

Saat ini bidang bisnis berkembang sangat pesat. Hal ini didukung oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya internet, sehingga menawarkan banyak peluang bisnis untuk dapat berkembang. Namun, untuk mendapatkan peluang bisnis yang ada di sekitar kita, kalian hendaknya mempertimbangkan beberapa hal seperti diuraikan berikut ini:

1. Lihatlah keterampilan yang kalian miliki dan cocokkan dengan karakter bisnis yang akan dilakukan. Dengan demikan, akan mempermudah kalian untuk mengembangkan bisnis sesuai dengan yang kalian rencanakan. Selain itu, kreativitas dan inovasi diperlukan untuk pertumbuhan sebuah usaha.

2. Pekerjaan yang kalian lakukan adalah pekerjaan yang kalian cintai. Cinta untuk perusahaan tempat kalian berada adalah hal mutlak. Karena bagaimanapun juga, jika kalian mencintai apa yang kalian lakukan, kalian akan lebih aktif, lebih rajin, dan tidak akan mudah menyerah. Memulai bisnis dari hobi dapat memiliki potensi kesuksesan bisnis yang lebih besar, tetapi membutuhkan dukungan analitis dalam aspek lain.

3. Pengukuran self-efficacy dalam manajemen bisnis. Hal ini diperlukan agar bisnis yang kalian jalankan menjadi lebih matang, karena kalian akan melakukan analisis dan penelitian yang pada akhirnya akan dinilai dari kompetensi kalian.

4. Kemampuan melihat dan memanfaatkan peluang bisnis yang ada di sekitar kalian, seperti menciptakan inovasi baru dari bisnis-bisnis yang ada atau menemukan ide bisnis baru yang sebelumnya tidak ada. Contohnya adalah merespons kebutuhan lingkungan sekitar, menggunakan koneksi dan relasi dengan produk promosi dan pengembangan, mengevaluasi produk dan layanan yang dibuat, dan memantau tren saat ini.

Mengidentifikasi peluang bisnis juga dapat dilakukan dengan cara memasukkan, berpikir positif tentang ide-ide baru yang muncul di dunia bisnis, menerima proposal dari para pemangku kepentingan dari berbagai perusahaan, banyak membaca untuk mencari referensi perkembangan bisnis saat ini dan menerapkan konsep ATM (amati, tiru, dan modifikasi) menggunakan kreativitas mereka.

Selain itu, beberapa faktor harus diperhatikan untuk membantu mengidentifikasi peluang bisnis, antara lain :

a. Segmentasi pasar,
b. Sumber daya manusia,
c. Positioning produk,
d. Keuangan,
e. Tanggung jawab sosial, dan
f. Pengembangan bisnis.

Revolusi Industri 4.0 yang sedang berlangsung menghadirkan tantangan unik bagi pertumbuhan penduduk Indonesia yang pesat. Pertumbuhan penduduk memaksa pemerintah untuk menciptakan lapangan kerja. Ketidakseimbangan antara jumlah penduduk usia kerja dengan jumlah lapangan kerja menimbulkan masalah pengangguran yang selama ini menjadi tugas pemerintah.

Investasi dalam sumber daya manusia dilakukan dengan mengantisipasi diri sendiri melalui peningkatan keterampilan dan integrasi ke dalam angkatan kerja. Pesatnya perkembangan teknologi menjadi masalah kompetensi yang perlu diperhatikan untuk lebih meningkatkan keterampilan seseorang. Sumber daya manusia di era teknologi maju di Indonesia yang merupakan negara berkembang dan terdiri dari pulau-pulau, menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk mengembangkan ekonominya ke semua bidang kehidupan yang membutuhkan akses antarpulau.

Di Indonesia banyak terdapat perusahaan manufaktur dari berbagai jenis industri. Pada proses pembuatan produk atau barangnya, perusahaan manufaktur industri elektronika telah banyak menggunakan teknologi tinggi. Produk hasil industri elektronika mudah kita jumpai dan banyak digunakan oleh masyarakat, seperti berbagai merek televisi, komputer, laptop, ponsel, lemari es, AC, kipas angin, dispenser, setrika listrik, dan lain-lain.

Coba kalian renungkan, jenis profesi apa yang kalian minati? Apakah kalian sudah siap untuk meraihnya? Sudah siapkah konsep diri kalian mendukung rencana masa depan? Kenalilah kekuatan atau potensi diri. Mari kita belajar bersama tentang jasa profesi dan profesionalime.


1. Perencanaan Usaha Jasa Profesi dan Profesionalisme

a. Konsep Diri

Konsep diri adalah cara dan sikap seseorang dalam memandang dirinya secara individu. Pandangan diri meliputi aspek fisik dan psikis, seperti tingkah laku atau perbuatan, pengenalan karakter individu, kemampuan diri, dan lain sebagainya. Konsep diri tidak hanya meliputi kekuatan individu saja, termasuk juga kelemahan dan kegagalan pada dirinya. Konsep diri bisa diibaratkan sebagai jantung dari kepribadian individu. Ia memainkan peran penting dalam menentukan dan membimbing perilaku dan kepribadian. Bekerja di perusahaan jasa yang profesional dengan menunjukkan profesionalisme sangat penting untuk upaya mengembangkan bisnis, baik dari segi produk maupun layanan.




Profesional adalah orang yang memiliki keterampilan tertentu sebagai modal utama mereka dalam menjalankan suatu profesi untuk mencari nafkah. Perencanaan bisnis jasa dimulai dengan menetapkan tujuan setelah membangun visi, membimbing potensinya, dan mengidentifikasi potensi atau kekuatan pribadi untuk mengembangkannya. Program persiapan dunia kerja direncanakan dengan tujuan yang terukur dalam kerangka waktu yang tepat.

Setelah lulus sekolah menengah kejuruan, kalian akan dihadapkan pada tiga pilihan, yaitu:

1) Pilihan untuk bekerja:

a. Persiapkan skills atau keterampilan selama belajar di sekolah.

b. Ikuti program sertifikasi profesi (LSP-P1, LSP-P2, LSP-P3).

c. Tumbuhkan sikap disiplin, jujur, bertanggung jawab, serta bekerja dengan semangat juang dan integritas yang baik.

2) Pilihan melanjutkan kuliah:

Diagram KKNI
Kemana kuliah yang tepat setelah SMK ?

a. Persiapkan ilmu pengetahuan sebagai dasar belajar di bangku kuliah. 

b. Pilih program-program yang sesuai dengan potensi diri, minat, dan bakat.

3) Pilihan berwirausaha:

a. Susun rencana bisnis atau usaha yang akan dijalankan.

b. Persiapkan modal kerja.

c. Rintis jaringan kerja sama dengan pihak lain.

d. Baca peluang usaha yang memiliki prospek bagus.


2. Jasa Profesi dan Profesionalisme

Dalam kehidupan sehari-hari, kalian pasti sudah mengetahui usaha di bidang jasa. Contohnya usaha jasa perbaikan atau servis peralatan elektronik. Bisnis jasa tersebut membantu masyarakat atau instansi dalam merawat atau memperbaiki peralatan elektronik yang dimilikinya. Pekerjaan ini dituntut memiliki kompetensi atau kemampuan dalam bidang elektronika dan memiliki sikap jujur serta bertanggung jawab, sehingga pengguna jasa merasa puas atas pelayanannya. Setiap orang yang memberikan jasa atau pelayanan menurut keahliannya dan sesuai aturan dengan bidang kerja yang dijalaninya serta mendapatkan gaji atas pekerjaannya disebut profesional.

Secara umum, layanan jasa adalah penyediaan layanan atau tindakan tidak berwujud dari satu pihak ke pihak lain. Secara umum, layanan jasa dibuat dan dikonsumsi pada saat yang sama, dan hasil interaksi antara penyedia jasa dan penerima jasa memengaruhi hasil layanan jasa tersebut. Pengertian lain layanan jasa adalah aktivitas yang tidak berwujud, bisa diidentifikasi, dan direncanakan untuk mencapai kepuasan pelanggan. Jasa juga dapat dipahami sebagai sesuatu yang diproduksi dan dikonsumsi pada waktu yang bersamaan. Akibatnya, hasil layanan hanya dapat dilihat setelah terjadi dan tidak pernah ada wujudnya.

Sementara itu, profesionalisme adalah komitmen profesional dalam praktik profesi. Komitmen ini tercermin dalam kebanggaan profesionalnya, upayanya yang terus-menerus untuk mengembangkan keterampilannya, dan lain-lain. Di sisi lain, profesionalisme juga dapat dipahami sebagai kemampuan untuk melaksanakan tugas dan fungsinya dengan baik dan benar, serta sebagai komitmen profesional dalam menjalankan profesinya untuk meningkatkan keterampilan seorang pegawai. Pada uraian di bawah ini kalian dapat melihat macam-macam kegiatan usaha dan jasa profesional yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.


B. Peluang Usaha Manufaktur Elektronika

Perusahaan manufaktur adalah sebuah badan usaha atau perusahaan yang memproduksi barang jadi dari bahan baku atau bahan mentah dengan menggunakan alat, peralatan, mesin produksi, tenaga kerja, dan lain sebagainya dengan pruduk skala yang besar. Hasil produksinya berupa produk yang memiliki nilai tambah. Produk kemudian dijual ke pasaran atau konsumen melalui suatu jaringan distribusi hingga akhirnya sampai ke tangan konsumen.

Perusahaan manufaktur juga dapat berupa perusahaan perakitan, biasanya bergerak pada bidang elektronik dan otomotif. Perusahaan perakitan tidak membuat produk dari bahan mentah, melainkan merakit sejumlah bagian dan komponen sehingga menjadi produk utuh. Perusahaan perakitan mendapatkan bahan bakunya dari produsen yang memproduksi bagian dan komponen produk tersebut.

Dalam kehidupan sehari-hari kalian tentu sudah sering mendengar kata “pabrik” atau dalam bahasa asingnya, factory. Pabrik merupakan istilah yang umum untuk menyebutkan tempat yang dipergunakan untuk suatu proses produksi, manufaktur, atau proses fabrikasi.

Seluruh proses dan langkah produksi yang dilakukan perusahaan manufaktur berpedoman pada prosedur operasional standar (SOP) yang berlaku pada setiap unit kerja atau unit produksi.

Ada dua definisi manufaktur, yaitu:

1. Definisi Manufaktur Secara Teknis

Manufaktur adalah mengolah bahan mentah dengan proses kimiawi maupun fisika untuk mengubah bentuk, penampilan, atau sifat untuk membuat bagian, komponen, atau produk. Proses manufaktur juga mencakup perakitan komponen-komponen menjadi suatu produk. Pada umumnya, manufaktur memiliki tahapan-tahapan operasi dan setiap tahapan operasi menjadikan bahan mentah lebih dekat ke bentuk akhir.

2. Definisi Manufaktur Secara Ekonomis

Manufaktur adalah proses mengubah bahan baku/mentah menjadi bentuk yang bernilai jual di pasaran, dengan melewati satu atau beberapa operasi/proses perakitan.

Selain itu, menurut Konferensi Internasional tentang Rekayasa Industri (CIRP) tahun 1983, manufaktur adalah serangkaian kegiatan yang meliputi desain produk, pemilihan produk, perencanaan, pembuatan, jaminan kualitas, manajemen, dan penjualan yang dilakukan suatu perusahaan.


C. Rekayasa Elektronika serta Dunia Kerja di Bidang Industri Manufaktur

Rekayasa elektronika adalah teknik untuk memproses berbagai jenis bahan dalam wujud atau struktur yang mampu mengatur arus listrik. Dalam bidang teknik elektronika, perangkat keras dibuat dengan menggunakan komponen-komponen seperti transistor, dioda, dan sirkuit terpadu. Sirkuit terpadu yang merupakan pencapaian terbesar bidang teknik elektronika, dimanfaatkan secara langsung seperti pada bidang teknik komputer dan teknik telekomunikasi.

Pekerjaan aplikasi elektronika praktis merupakan pekerjaan teknik yang melibatkan macam-macam bahan elementer yang bisa mengatur aliran arus listrik. Pekerjaan ini mudah dilakukan dan dipelajari. Bahan dan alat yang digunakan pun sederhana, mudah diperoleh, dan murah. Ada banyak produk yang dapat dibuat dari aplikasi elektronika praktis ini. 

Tahap akhir proses rekayasa elektronika ini adalah pengemasan sebelum diperjualbelikan. Pengemasan yang bagus tentunya dapat memuaskan konsumen. Kebutuhan manusia yang semakin tinggi dewasa ini, sejalan dengan perkembangan teknologi dan peningkatan kemampuan manusia, menghasilkan barang-barang baru. Hal ini berlaku juga pada karya rekayasa elektronika yang banyak membuat inovasi baru yang diperjualbelikan.

Produk rekayasa elektronika sederhana yang banyak dikenal saat ini salah satunya adalah running LED. Awalnya running LED hanya dipergunakan untuk menampilkan lampu berjalan.

Dengan perkembangan teknologi saat ini, kita bisa melihat running LED dalam bentuk tulisan yang digabungkan dengan menampilkan sebuah logo atau gambar, bahkan tampilan gerakan tulisannya semakin bervariasi. Sebuah running LED dapat memiliki beberapa fungsi sekaligus. Selain untuk mengomunikasikan pesan atau tulisan melalui tulisan bergerak, juga dapat menampilkan waktu dengan menggunakan real time clock (RTC). Tampilan waktu dapat menunjukkan detik, menit, jam, hari, bulan, dan tahun. Semua tampilan tersebut dapat diatur atau diedit menggunakan perangkat komputer, laptop, atau kendali jarak jauh.

Jika kalian lebih kreatif dalam menemukan sesuatu yang baru melalui rekayasa elektronika, kalian akan dapat membuat suatu alat atau perangkat yang lebih inovatif untuk memenuhi kebutuhan kalian. Semakin banyak kalian mengeksplorasi pemikiran kreatif dan bekerja lebih tekun, kalian akan mendapatkan pekerjaan dengan imbalan berupa gaji yang cukup besar.

Oleh karena itu, karya elektronik praktis tentunya berpotensi membuka peluang bisnis yang cukup menjanjikan. Kebutuhan atau permintaan suatu karya elektronik atau peralatan elektronik yang memiliki fungsi sebagai penambah estetika suatu ruang atau tempat akan semakin banyak. Bahkan saat ini banyak yang orang membuat alat pengaman anti-pencurian, baik yang dipasang di rumah tinggal ataupun pada kendaraan. Karya-karya tersebut dapat dijual dengan harga jual yang cukup tinggi.

Dalam menjalankan suatu usaha atau bisnis, perlu dilakukan suatu pemetaan peluang usaha. Hal ini dilakukan untuk mengetahui potensi dan peluang usaha yang dijalankan, serta berapa lama suatu usaha atau bisnis tersebut dapat berlangsung.

Peluang dan tantangan akan selalu ada dalam menjalankan sebuah bisnis, oleh karena itu perlu untuk selalu melihat dan menganalisis perubahan-perubahan yang terjadi di lingkungan, dan seberapa kuat kemampuan bisnis dapat beradaptasi agar tumbuh dan bertahan dalam persaingan yang ketat.


D. Sikap Wirausaha dalam membangun Vision dan Passion pada Pembelajaran Berbasis Proyek

Kewirausahaan diawali dengan suatu inovasi. Dalam hal ini, inovasi dipengaruhi oleh beberapa faktor, baik faktor internal maupun faktor eksternal, seperti faktor pendidikan, sosiologi, organisasi, budaya, dan lingkungan. Semua faktor tersebut akhirnya dapat membentuk “zona kendali” untuk kreativitas, inovasi, kinerja dan pertumbuhan, yang selanjutnya akan menjadi bekal bagi seseorang untuk menjadi seorang wirausaha yang hebat.

Secara internal, inovasi dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor yang berakar pada individu itu sendiri, seperti pendidikan, toleransi, nilai, dan pengalaman. Sedangkan faktor model, aktivitas, dan peluang berasal dari pengaruh lingkungan. Dengan demikian, inovasi diterjemahkan menjadi kewirausahaan melalui proses yang dipengaruhi oleh lingkungan, organisasi, dan keluarga.

Pola pikir seperti apa yang harus kalian perhatikan sebagai profil pelajar Pancasila tentang kewirausahaan? Simak beberapa ciri yang harus dimiliki oleh seorang wirausaha berikut.


1. Sifat-Sifat yang Harus Dimiliki oleh Seorang Wirausaha Seorang wirausaha harus memiliki sifat-sifat berikut, di antaranya:

a. Disiplin, yang merupakan karakteristik seorang wirausaha yang paling mendasar untuk mencapai suatu keberhasilan dalam berwirausaha. Disiplin seorang wirausaha adalah taat aturan dan tata tertib yang dibuatnya sendiri untuk kemajuan usahanya.

b. Komitmen tinggi, yaitu sikap berpegang teguh terhadap prinsip kebenaran yang berlaku dan tidak pernah mengingkarinya walaupun terhadap dirinya, dan selalu menyelaraskan antara perkataan dan perbuatannya. Dengan komitmen tinggi, seorang wirausaha akan berjuang walau kondisi bisnisnya sedang dalam titik terendah.

c. Kejujuran, artinya mampu dan mau mengatakan apa adanya. Jika berdagang barang yang baik akan dikatakan baik dan barang yang rusak akan dikatakan rusak. Sifat ini akan mendatangkan kepercayaan dari konsumen dan masyarakat.

d. Kreativitas dan inovasi. Dengan kreativitas, seorang wirausaha akan dapat menciptakan ide-ide usaha maupun produk-prduk yang tidak terbatas dengan usaha dan produk yang sama atau yang telah ada. Kreativitas ini harus diiringi inovasi, yang bertujuan untuk menarik minat pelanggan terhadap bisnis yang dilaksanakan.

e. Mandiri, yaitu berbuat tanpa bergantung pada orang lain untuk mengambil keputusan atau tindakan, termasuk memenuhi kebutuhannya sendiri, tanpa bergantung pada pihak lain.

f. Realistis, yaitu berpikir sesuai dengan akal sehat dan kenyataan. Dengan berpikir realistis, seorang wirausaha akan dapat mengembangkan dirinya menuju kesuksesan.

g. Percaya diri, adalah sifat orang yang telah matang baik secara fisik maupun mental. Ciri-ciri kedewasaan seseorang adalah kemandirian, tanggung jawab, objektivitas, berpikir kritis, kestabilan emosi, tidak mudah tersinggung, dan tidak mudah marah.

h. Fokus pada tugas dan hasil yang berarti selalu bekerja keras, penuh energi, dan tidak merasa malu jika dilihat oleh teman.

i. Pengambilan resiko, artinya berani menghadapi persaingan, harga yang turun-naik, barang kurang laku, dan lain sebagainya, tetapi penuh dengan perhitungan.

j. Memiliki jiwa kepemimpinan, yang akan mengembangkan orang-orang di sekitarnya. Pemimpin yang baik dapat menerima saran dari bawahan dan harus memiliki sifat responsif.

k. Orisinalitas, yaitu tidak ikut-ikutan saja, tetapi punya pendapat sendiri, punya ide orisinal, dan bisa melakukan sesuatu.

l. Berorientasi ke masa depan, artinya memiliki rencana dan strategi yang seimbang, sehingga langkah yang akan diambil jelas.


2. Keuntungan Berwirausaha

Seseorang yang memiliki bidang pekerjaan wirausaha akan memiliki beberapa keuntungan dibandingkan dengan orang yang bekerja pada suatu perusahaan. Keuntungan tersebut di antaranya:

a. Dapat memilih bidang bisnis berdasarkan minat dan bakat sehingga dapat menikmati bisnis dan mencurahkan seluruh perhatian dan kemampuannya untuk pengembangan bisnis.

b. Keuntungan bisnis bisa dinikmati sendiri.

c. Memperoleh kepuasan. Kepuasan akan memotivasi dirinya untuk bekerja dan berusaha lebih keras sehingga pertumbuhan usahanya meningkat dan lebih kuat dalam menghadapi persaingan.


3. Kerugian Wirausaha

Selain mendapatkan keuntungan, seorang wirausaha memiliki kerugian tersendiri, tetapi bukan kerugian secara finansial.

Seorang wirausaha harus siap menghadapi risiko seperti:

a. Jam kerja yang cukup panjang dan tidak teratur. Jam kerja dimulai dari mulai bangun tidur pada pagi hari sampai sore hari menjelang tidur kembali di malam hari.

b. Risiko dan tanggung jawab besar. Sebagai pemilik dan pengelola bisnisnya sendiri, seorang wirausaha memiliki tanggung jawab besar atas keberhasilan dan kegagalan bisnisnya.


4.Simulasi Proyek Kewirausahaan di Bidang Elektronika

Produk elektronik, khususnya elektronik kontrol otomatis, dirancang untuk mendukung aktivitas manusia. Kegiatan start-up produk elektronik untuk kontrol otomatis lahir untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat.

Produk elektronik kontrol otomatis dapat dipahami sebagai alat yang berfungsi sesuai dengan keinginan pengguna. Ada banyak produk otomatis di pasar, dari peralatan yang sederhana sampai peralatan yang kompleks. Contoh peralatan sederhana yang sering kita temui adalah rice cooker atau penanak nasi.

Penanak nasi elektronik memiliki kemampuan untuk mengubah kerja manusia menjadi kerja alat secara otomatis. Sistem otomatis sederhana ini secara tidak langsung dapat meningkatkan efisiensi kerja penggunanya, yaitu pada saat menanak nasi bisa melakukan pekerjaan lainnya.

Kontrol otomatis adalah teknologi yang mengontrol produksi dengan menggabungkan sistem mekanis, elektrik, elektronik, dan informasi. Sistem mekanis pada contoh di atas adalah penanak nasi itu sendiri, sedangkan sistem kelistrikan adalah daya (listrik) yang disuplai untuk memanaskan elemen pemanas. Dalam hal ini, elemen pemanas dan termostat dapat diklasifikasikan sebagai sistem elektronik.

Termostat membaca suhu. Informasi suhu kemudian diberikan ke sistem kelistrikan untuk beroperasi. Penanak nasi bekerja dalam dua keadaan, yaitu tetap memasok energi atau berhenti memasok daya pada suhu 100oC.

Program instruksional termasuk dalam sistem kontrol untuk menjalankan perintah dan mengotomatisasi proses yang membutuhkan sumber energi, baik untuk menginstruksikan proses maupun untuk menjalankan program dan sistem kontrol.

Pada sistem pengontrolan, informasi yang diberikan sensor (input) diolah oleh prosesor (otak) untuk diberikan tindakan (output). Proses membaca informasi oleh sensor, mengolah data prosesor dan bertindak yang dihasilkan merupakan bagian dari sistem kendali.

Perkembangan peralatan elektronik dengan menggunakan pengendalian otomatis umumnya ditemukan pada peralatan rumah tangga. Secara umum produk-produk industri inovatif dan produk elektronik memegang peranan penting dalam perkembangan industri ringan.


1. Macam-Macam Produk Elektronik dengan Kendali Otomatis

a. Peralatan Industri dan Rumah Tangga

Produk elektonik peralatan rumah tangga saat ini umumnya dikontrol atau dikendalikan secara otomatis. Salah satu contohnya adalah lampu otomatis. Lampu otomatis bekerja menggunakan sensor, dalam hal ini adalah sensor gerakan. Lampu akan menyala pada saat sensor mendeteksi adanya gerakan, lampu akan mati kembali secara otomatis setelah mendeteksi tidak ada gerakan di sekitar sensor. Contoh lampu otomatis misalnya lampu meja rias, lampu di lemari pakaian, ruang tamu, lampu kamar mandi, atau di ruangan yang penerangan hanya akan menyala bila diperlukan.

b. Sistem Kendali Otomatis pada Robot

Saat ini proses produksi di industri banyak dibantu oleh robot. Robot adalah peralatan mekanik hasil karya manusia untuk membatu pekerjaan yang beroperasi secara terus-menerus tanpa lelah atau dapat menjelajahi lingkungan kerja yang berbahaya seperti pada kegiatan penelitian. Robot digunakan juga untuk membantu proses produksi di bidang industri, transportasi, sampai medis. Robot dioperasikan secara otomatis dan dapat dikendalikan dari jarak jauh. Gerakan otomatis robot akan sesuai dengan program yang diberikan oleh pengontrol. Semua input yang diterima sensor akan diproses lebih lanjut oleh mikrokontroler. Program yang dibuat dan data yang diterima mikrokontroler selanjutnya akan diteruskan ke aktuator, misalnya mengerakkan roda, kaki, atau lengan robot.


2. Manfaat Produk Elektronika Kendali Otomatis

Pengolahan hasil pertanian, perkebunan, dan perikanan akan didukung secara luas jika dikembangkan produk elektronik untuk pengendalian otomatis. Pengontrol proses dapat secara otomatis memantau suhu, sehingga parameter pemrosesan dipertahankan dengan benar. Misalnya pada industri pengolahan hasil perikanan, untuk mengawetkan hasil olahan, dan menumbuhkan jamur agar tidak mudah busuk, perlu diatur suhu yang tepat agar tidak mudah rusak yang disebabkan oleh bakteri. Dalam industri kelapa sawit, kondisi suhu yang stabil diperlukan untuk pemisahan yang baik antara inti kelapa sawit dan kulitnya yang digunakan sebagai minyak goreng.

Produk elektronik yang dikendalikan secara otomatis sekarang mendominasi berbagai bidang kehidupan. Layanan yang sepenuhnya otomatis dapat memfasilitasi aktivitas manusia pada bisnis mereka. Budaya dan gaya hidup seseorang memiliki kecenderungan mewarnai ide kreatif dari produk yang diciptakan dengan menggunakan kreativitas, keterampilan, dan bakat seseorang untuk menciptakan lapangan kerja dan kesejahteraan melalui penciptaan kreativitas dan inovasi. Produk-produk teknis yang ada dan tersebar semuanya lahir berkat kreativitas dan gagasan inovatif para penciptanya. 

Produk rekayasa elektronik kontrol otomatis dapat diterapkan pada industri konstruksi, elektronik, peralatan, konstruksi, kehutanan, TI, administrasi, otomotif, pertanian, kedokteran, pertambangan, transportasi, dan banyak lagi.

Produk dirancang untuk pertumbuhan yang cepat. Perbaikan terus-menerus diperlukan untuk mendukung efektivitas dan efisiensi produksi. Produk harus dikembangkan dan didiversifikasi agar perusahaan tidak bergantung pada suatu produk saja. 

Ketika satu produk mengalami penurunan penjualan, produk lain akan mengunggulinya, sehingga dibutuhkan sumber daya dengan fitur yang dapat mengatasi tantangan di masa depan.

Pengembangan produk baru untuk elektronik kontrol otomatis lebih diarahkan ke kontrol berbasis mikrokontroler dan terintegrasi dengan sejumlah aplikasi berbasis sensor, termasuk sensor jarak, sensor kedekatan atau proximity, sensor alarm kebakaran, sensor suhu, sensor kelembapan, sensor gas, sampai sensor penglihatan dengan kamera.

Penggunaan produk elektronik terkontrol otomatis dapat menaikkan kualitas, produktivitas, keamanan, dan konsistensi pada proses manufaktur.


RANGKUMAN

1. Pengertian usaha, jasa profesi, dan profesional adalah sebagai berikut:

a. Usaha adalah segala macam kegiatan yang akan dilakukan oleh manusia untuk mencapai apa yang diinginkannya.

b. Jasa merupakan kegiatan ekonomi yang melibatkan interaksi konsumen dengan barang yang dimiliki, tetapi tidak mengakibatkan perpindahan kepemilikan.

c. Profesi adalah sebuah pekerjaan yang membutuhkan pelatihan khusus dan penguasaan pengetahuan tertentu.

d. Profesional adalah seseorang yang dibayar dan yang memberikan layanan dan manfaat yang akan mengikuti protokol dan peraturan lapangan tempat mereka tinggal dan juga menerima gaji untuk semuanya.

2. Peluang usaha adalah peluang yang datang pada titik tertentu yang harus ditangkap oleh seorang wirausaha untuk menciptakan usaha yang berani mengambil risiko, untuk mencapai hasil yang diinginkan.

3. Faktor-faktor yang harus diperhatikan untuk menangkap peluang bisnis yang ada di sekitar kita antara lain penyesuaian dengan keterampilan yang kita miliki. Dengan begitu, perusahaan yang kita miliki atau apa pun yang kita kerjakan adalah bisnis yang kita cintai. Dengan mengukur kemampuan kita dalam menjalankan bisnis, kita mampu melihat dan memanfaatkan peluang bisnis di sekitar kita sebagai hal baru.

======================================

SOAL LATIHAN


Petunjuk :

  1. Pilih salah satu jawaban yang benar
  2. Masukkan jawaban pada form yang disediakan. 
  3. Jika jawaban benar semua, maka jawaban akan terkirim.


Soal latihan :

1. Orang yang bekerja sesuai dengan hobinya akan lebih menguntungkan, kecuali ....

a. tumbuh cinta pada pekerjaanya

b. lebih aktif

c. lebih rajin

d. tidak mudah menyerah

e. semangat bekerja


2. Hal-hal yang perlu diidentifikasi untuk mendapatkan peluang bisnis, kecuali ....

a. keterampilan yang dimiliki

b. trend saat ini maupun yang akan datang

c. jumlah perteman

d. hobi

e, self-efficacy


3. Faktor utama penyebab pengangguran adalah ....

a. lapangan pekerjaan tidak sesuai dengan pendidikan

b. jumlah penduduk lebih banyak dibandingkan dengan jumlah lapangan pekerjaan

c. jumlah lapangan pekerjaan lebih banyak dibandingkan dengan jumlah penduduk

d. masyarakat tidak memperoleh pendidikan yang benar

e. adanya pekerja asing masuk ke dalam negeri


4. Seseorang yang akan memilih bekerja maupun wirausaha perlu mengenal konsep diri yang terbentuk dari 4 komponen yang diibaratkan seperti kaki meja, kecuali ....

a. pernyataan orangtua

b. pernyataan guru

c. pernyataan teman

d. score nilai ujian

e. hati nurani


5. Pilihan setelah lulus SMK sesuai KKNI adalah ...

a. bekerja, wirausaha, atau kursus

b. bekerja, kuliah S1, atau wirausaha

c. kuliah D4, bekerja, atau wirausaha

d. bekerja, kuliah D4, atau kursus

e. kuliah S1, kursus, wirausaha



6. Perhatikan gambar di bawah ini !



Komponen yang akan memutus arus listrik secara otomatis saat rice cooker menjadi terlalu panas adalah ....

a. thermal fuse

b. magnetic temperatur switch

c. heating coil element

d. resistance coil

e. warm lamp

==============================



Materi : BAB 2

BAB 2
PERKEMBANGAN TEKNOLOGI DI DUNIA KERJA DAN ISU - ISU GLOBAL TERKAIT DUNIA INDUSTRI MANUFAKTUR DAN REKAYASA ELEKTRONIKA



A. Teknologi Konvensional dan Teknologi Modern

Pernahkan kalian melakukan pengeboran papan komponen atau PCB ? Salah satu cara untuk melakukannya adalah dengan menggunakan bor duduk. Dalam hal ini, bor duduk termasuk teknologi konvensional. Teknologi konvensional masih membutuhkan peran penting manusia. Berbeda dengan bor duduk, saat ini sudah ada alat pengeboran otomatis yang dilakukan oleh mesin. Prosesnya melibatkan banyak peralatan lain termasuk konveyor, sehingga manusia tidak perlu aktif bekerja dalam proses pengeboran. Bor seperti ini termasuk teknologi modern.

Keunggulan teknologi konvensional adalah :

  1. Banyak peluang kerja bagi manusia untuk pengoperasian teknologi konvensional.
  2. Biaya relatif murah untuk membeli mesin.
  3. Sumber daya manusia mudah dan murah untuk pembekalan pengoperasian mesin.
Kelemahan teknologi konvensional adalah :
  1. Hasil produksi kurang maksimal karena tenaga manusia mudah lelah.
  2. Biaya pengeluaran karyawan tinggi karena banyak tenaga manusia untuk pengoperasian mesin.

Keunggulan teknologi modern adalah :
  1. Lebih efisien karena sistem pengoperasian alat produksi digantikan mesin.
  2. Teknologi semakin cepat, yang menghasilkan kemudahan dalam mendapatkan akses informasi dan komunikasi.
  3. Membuka peluang pekerja tenaga ahli untuk mengoperasikan mesin.
  4. Penghasilan semakin tinggi dengan adanya teknologi yang dapat memproduksi semakin cepat.

Kelemahan teknologi modern misalnya:
  1. Biaya sangat tinggi untuk membeli mesin dan memberikan pelatihan kepada karyawan.
  2. Tantangan keamanan dokumen sangat diperhatikan untuk dokumen aset-aset perusahaan.
  3. Limbah dari mesin sulit untuk diolah.
  4. Terjadi ketidakseimbangan jumlah populasi yang diakibatkan perpindahan masyarakat dari desa ke kota.


B. Revolusi Industri 4.0

Revolusi Industri 4.0 merupakan sebuah fenomena yang terkolaborasikan antara teknologi otomatisasi dan teknologi cyber. Teknologi otomatisasi merupakan teknologi yang menerapkan beberapa sistem, seperti sistem mekanik, sistem elektronik, dan sistem komputer. Hasilnya, gabungan sistem ini dapat berfungsi sebagai pengendali dan dapat mengoperasikan suatu produksi pada perusahaan. Teknologi cyber merupakan teknologi yang berhubungan dengan sistem komputer dan informasi yang dapat digunakan untuk menyimpan, melindungi data, memproses, mengakses, dan mengirim data.

Penerapan Revolusi Industri 4.0 berpusat pada otomatisasi bantuan teknologi informasi pada prosesnya, sehingga mengurangi tenaga manusia. Dengan demikian, diharapkan efektivitas dan efisiensi di lingkungan kerja akan semakin bertambah. 

Revolusi Industri 4.0 mempunyai lima pilar utama teknologi untuk pengembangan industri digital era 4.0, yaitu: 
  1. Internet of Things (IOT) atau Internet untuk Segala, 
  2. Big Data (BD) atau Mahadata, 
  3. Artificial Intelligence (AI) atau Kecerdasan Buatan, 
  4. Cloud Computing (CC) atau Komputasi Awan, dan 
  5. Additive Manufacturing (AM) atau Percetakan 3D.

Revolusi industri yang pertama adalah Revolusi Industri 1.0 yang memanfaatkan tenaga uap. Revolusi industri kedua adalah Revolusi Industri 2.0. Produk yang dihasilkannya dalam jumlah besar dengan memanfaatkan tenaga listrik. Revolusi industri ketiga adalah Revolusi Industri 3.0, yang mulai melibatkan komputer.

1. Internet of Things (IoT)
Internet of Things atau Internet untuk Segala adalah pemanfaatan perintah atau instruksi di pemrograman, yang penggunaan argumennya dapat menghasilkan suatu komunikasi secara otomatis dalam interaksinya antara sesama perangkat. Penggunaannya juga bisa pada jarak yang jauh dan tanpa campur tangan dari manusia, agar perangkat satu dengan yang lainnya saling terhubung. IoT merupakan konsep yang menggabungkan berbagai perangkat, sistem otomasi seperti sensor, dan perangkat lainnya yang bekerja memanfaatkan internet. Contoh alat elektronik yang memanfaatkan IoT adalah ESP yang sistem kerjanya sudah menggunakan internet. ESP dapat menerima dan mengirim data yang terkoneksi.

Dengan ESP-01 dan ESP8266, kita dapat memprogram untuk mengendalikan suatu beban dari jarak jauh, misalnya pengontrol lampu.

Spesifikasi modul ESP8266 seri ESP-01 yaitu :
  1. Sumber Tegangan 3.3 VDC
  2. Dengan Standar WiFi 802.11 b/g/n
  3. Wi-Fi 2.4 GHz
  4. Output power +19.5 dBm di mode 802.11 b
  5. Dengan Memory Flash 1 MB
  6. CPU32 Bit
  7. Koneksi input UART , SPI, SDIO 1.1/2.0
  8. Pin RX/TX UART berguna sebagai komunikasi serial
  9. Fungsi wake-up < 2ms
  10. Analog Digital Converter (ADC) 10-bit
Dengan teknologi IoT, kita dapat mengontrol perangkat-perangkat di sekitar kita, contohnya lampu lalu lintas, suhu ruangan, kelembapan tanah, tanda-tanda terjadinya bencana, 
dan lain-lain. Teknologi IoT memanfaatkan data yang terprogram menggunakan modul elektronik yang sederhana seperti ESP8266.

2. Big Data (BD)
Secara umum, big data atau mahadata adalah istilah yang digambarkan sebagai volume data besar dengan terstruktur maupun tidak terstruktur. Sistem pangkalan data yang berkembang menjadikan sebuah big data. Proses volume, kecepatan, dan jenis data adalah sebagai pembeda yang tersedia lebih banyak dan bervariatif daripada Database Management System (DBMS) pada umumnya. 

Ada 3 kunci utama dalam pengistilahan big data, yaitu volume data yang besar (terabita, eksabita), variety yang struktur datanya mempunyai beragam variabel (abstrak, terstruktur), dan velocity yang prosesnya terkumpul dalam waktu yang singkat (low latency).

3. Artificial Intelligence (AI)
Artificial Intelligence atau Kecerdasan Buatan merupakan teknologi mesin atau komputer yang mempunyai kecerdasan seperti manusia dan bisa diatur keinginannya oleh manusia.

AI dapat ditambahkan ke teknologi IoT. Perangkat yang dihubungkan dengan internet dapat menganalisis data, membuat keputusan, dan bertindak berdasarkan data, dengan tidak ada campur tangan dari manusia. Program ini dirancang akan mengikuti perintah atau intruksi dan pola pikir dari manusia.

Selain itu ada pula Artificial General Intelligence (AGI), yaitu kecerdasan buatan yang bisa bekerja seperti yang manusia kerjakan atau bahkan lebih. Proses kerjanya melibatkan
sistem mesin atau komputer agar sistem dapat mengenali sebuah data. Contoh penggunaan AGI adalah robot yang kini mulai dapat menggantikan pekerjaan manusia.

Dengan ditambahkan kecerdasaan buatan, kita dapat membuat robot yang dapat berkomunikasi dengan manusia. 

4. Cloud Computing
Cloud Computing (CC) atau Komputasi Awan adalahteknologi pusat pengelolaan data dan aplikasi dengan penggunaan internet. ‘Awan’ dalam istilah ini adalah metafora dari internet. Administrator dan pengguna diberikan hak akses untuk menggunakan awan untuk dapat mengonfigurasi peladen (server) melalui internet. Komputasi Awan berperan sangat penting bila disandingkan dengan IoT agar keduanya dapat saling berkomunikasi dan terhubung menggunakan akses internet menuju perangkat yang sudah terhubung dengan IoT.

Contoh pemanfaatan komputasi awan yaitu penerapan perangkat sederhana menggunakan platform awan thinger.io. Platform IoT gratis ini digunakan untuk penerapan aplikasi monitoring suhu dan kelembapan. Platform menampilkan dan menyimpan data via internet dan NodeMCU sebagai perangkat utama yang sudah terprogram untuk menerima data kelembapan dan suhu dari sensor DHT11. 

ESP8266 terkenal sebagai modul Wi-Fi andal dan ekonomis. Alat ini menghubungkan perangkat dengan internet via Wi-Fi. Sensor DHT11 mengukur kelembapan dan suhu secara bersamaan, kemudian mengeluarkan datanya secara digital. Sensor ini dapat mengukur rentang kelembapan 20 sampai 90% RH dan mengukur rentang suhu 0 sampai 50°C. Jadi kita dapat memantau suhu dari ponsel kita melalui jaringan internet.

5. Additive Manufacturing
Additive Manufacturing merupakan sebuah terobosan baru di dunia industri manufaktur pemanfaatan mesin pencetak seperti pencetakan digital tiga dimensi (3D printing). Dengan additive manufacturing kita dapat menciptakan berbagai macam prototipe. Contohnya adalah pembuatan robot AGI yang dapat mengganti pekerjaan manusia. Bentuk fisik robot dapat kita gambar secara tiga dimensi (3D), kemudian kita cetak. Bentuk yang digambar secara 3D misalnya bagian lengan, kaki, wajah robot, dan lain-lain.


C. Siklus Hidup Produk

Pernahkah kalian menemukan suatu produk elektronik yang cepat rusak? Pernahkah kalian menemukan produk elektronik yang awet dipakai? Jawabannya berkaitan dengan product lifecycle atau siklus hidup produk. Siklus hidup produk menggambarkan rangkaian tahapan suatu produk secara terkonsep, mulai dari proses produksi hingga produk layak dipasarkan dan dikonsumsi. 

Ada empat tahapan dalam siklus hidup produk, yaitu tahap perkenalan, tahap pertumbuhan, tahap kedewasaan, dan tahap penurunan.

1. Tahap Perkenalan
Tahap perkenalan termasuk dari perancangan dan produksi produk, kemudian diperkenalkan ke pasar dengan sejumlah strategi pemasaran dan promosi. Pada tahap ini, perusahaan biasanya hanya sedikit mendapatkan keuntungan karena harus mengeluarkan sejumlah biaya untuk promosi dan mengenalkan produk pada pasar.

2. Tahap Pertumbuhan
Tahap kedua dalam siklus hidup produk adalah tahap pertumbuhan. Pada tahapan ini akan dilihat apakah produk dapat dikembangkan atau justru tidak diterima oleh pasar.

Produk dinilai dapat dikembangkan apabila konsumennya semakin meningkat dan produksi  perusahaan juga semakin meningkat. Sebaliknya, produk harus dievaluasi dan diperbaiki apabila dianggap tidak diterima oleh pasar.

3. Tahap Kedewasaan
Pada tahap ini, pasar sudah terbiasa menggunakan produk. Perusahaan juga sudah mendapatkan keuntungan secara signifikan dan dengan stabil. Tahapan ini juga ditandai dengan tidak adanya lagi kenaikan penjualan secara drastis.

Meskipun demikian, tahapan ini menjadi titik kritis karena dapat menimbulkan stagnasi dan kebosanan pasar pada produk. Perusahaan harus mulai berkreasi dan memperbarui produk. Jika tidak, produk akan memasuki tahap terakhir dari siklus hidupnya.

4. Tahap Penurunan
Tahapan terakhir dalam siklus hidup produk adalah tahap penurunan. Apabila diibaratkan, tahapan ini seperti masa tua bagi makhluk hidup atau masa menunggu kematian. Produk mengalami penurunan tingkat penjualan karena pasar merasa bosan atau produk tidak mengalami peningkatan kualitas sehingga pasar merasa tidak puas. Jika perusahaan tidak bergerak cepat melakukan inovasi, produk akan mati. Contoh produk yang telah mengalami keempat tahapan dalam siklus hidupnya misalnya salah satu merek ponsel yang dahulu pernah berjaya di Indonesia. Merek tersebut melewati tahap perkenalan, pertumbuhan, sampai kedewasaan. Namun, siklus hidupnya pada akhirnya harus berakhir karena tidak lagi dapat bersaing dengan munculnya sejumlah pesaing yang bersenjatakan inovasi baru.



D. Perubahan Iklim dan Pemanasan Global

Perubahan iklim merupakan perubahan curah hujan atau suhu udara yang signifikan dalam jangka panjang. Pemanasan global atau global warming adalah naiknya suhu rata-rata bumi, atmosfer, dan lautan.

Dengan teknologi elektronik kita dapat mengetahui kondisi cuaca di wilayah mana pun di muka bumi ini. Indonesia merupakan negara rawan bencana alam seperti banjir, gempa bumi, tsunami, tanah longsor, angin puting beliung, dan letusan gunung berapi. Informasi kejadian bencana dapat disebarkan kepada khalayak umum dengan memanfaatkan teknologi modern. Contohnya teknologi pantauan tsunami. Gempa bumi terdeteksi oleh alat yang disebut seismograf. Data yang diterima meliputi pusat gempa dan penghitungan waktu hasil rambatan gelombang ke permukaan.

Dengan teknologi modern dan IoT, kita juga dapat dengan mudah mendapatkan informasi cuaca di tempat tinggal kita dalam hitungan detik saja. Contohnya adalah dengan memanfaatkan aplikasi yang tersedia di ponsel pintar.


E. Aspek Ketenagakerjaan

Perkembangan teknologi semakin canggih dalam memasuki era Revolusi Industri 4.0 saat ini. Dunia industri telah berubah dan berevolusi dalam sejumlah aspek, yang ditandai dengan munculnya komputasi awan, kendaraan tanpa pengemudi, robot pintar, komputer super, sistem big data, perkembangan neuroteknologi, rekayasa genetika, dan banyak lagi. Dampaknya, tenaga kerja seperti buruh pabrik akan mengalami pengurangan yang signifikan karena posisi mereka tergantikan oleh mesin dan robot.

Tujuan penciptaan teknologi pada umumnya adalah untuk mempermudah pekerjaan manusia. Contohnya sejumlah petani mengalami kesulitan mengambil air untuk mengairi ladang mereka. Mereka harus mengambil air dari sumber yang jauh dan menghabiskan banyak tenaga. Namun, dengan pompa air mereka dapat melakukannya dengan mudah. Dalam contoh ini, teknologi (pompa air) menggantikan pekerjaan manusia.

Di negara-negara maju, teknologi modern yang dipadukan dengan kecerdasan buatan sudah mulai banyak tersedia. Misalnya robot pelayan restoran, robot pengantar makanan, robot pengantar bawaan penumpang di bandara, dan banyak lagi. Fungsi mereka adalah memudahkan pekerjaan dan aktivitas manusia. Namun akibatnya, tenaga manusia menjadi tidak perlu banyak dikerahkan.

Di pabrik-pabrik besar, pekerjaan manusia mulai digantikan mesin-mesin modern. Pabrik tidak perlu lagi mengerjakan banyak karyawan, melainkan sedikit saja untuk mengawasi pekerjaan mesin dan untuk melakukan pekerjaan yang memang hanya dapat dilakukan oleh manusia. Di sinilah pentingnya pembelajaran rekayasa elektronika. Dengan menguasai rekayasa elektronika, kita akan menjadi pemain yang bersaing di tengah perkembangan teknologi Revolusi Industri 4.0.


RANGKUMAN

Perkembangan teknologi adalah proses perubahan teknologi dari teknologi sebelumnya menjadi lebih baik dan lebih maju. Isu-isu global dunia industri adalah perubahan dunia industri yang mampu menyita perhatian masyarakat global, yang sekarang disebut Revolusi Industri 4.0. Teknologi modern yaitu sarana berupa ilmu yang menggunakan peralatan yang canggih, dengan paduan komponen-komponen terkini di semua bidang, yang biasanya memerlukan biaya cukup mahal. Contohnya adalah komputer, satelit, dan lain-lain. Teknologi modern dan digitalisasi bertujuan untuk memudahkan pekerjaan manusia. Karena itu kita harus selalu mencari ilmu agar kita selalu menjadi pengendali alat, bukan dikendalikan alat. 

Revolusi Industri 4.0 merupakan generasi industri yang melanjutkan generasi sebelumnya, yaitu Revolusi Industri 3.0. Revolusi Industri 4.0 mempunyai lima pilar utama pengembangan, yaitu: 
  1. Internet of Things (IoT) atau Internet untuk Segala, 
  2. Big Data (BD) atau Mahadata, 
  3. Artificial Intelligence (AI) atau Kecerdasan Buatan, 
  4. Cloud Computing (CC) atau Komputasi Awan, dan 
  5. Additive Manufacturing (AM) atau Percetakan 3 Dimensi. 
Lima pilar inilah yang membentuk konsep Revolusi Industri 4.0.

Siklus hidup produk atau product lifecycle merupakan komitmen untuk selalu mengembangkan produk elektronik yang melahirkan generasi baru produk dan selalu memperbaiki keunggulan produk. Perkembangan teknologi semakin canggih dalam memasuki era Revolusi Industri 4.0 saat ini. Dunia industri telah berubah atau berevolusi dalam beberapa aspek yang ditandai dengan munculnya komputasi awan, kendaraan tanpa pengemudi, robot pintar, komputer super, sistem big data, perkembangan neuroteknologi, rekayasa genetika, dan banyak lagi. Teknologi kini dapat merespons cepat perubahan cuaca dan alam di sekitar kita sehingga kita dapat menciptakan produk yang bermanfaat, terkait dengan perubahan iklim dan pemanasan global.

Revolusi Industri 4.0 jangan sampai menyebabkan pengangguran. Banyak sekali tenaga kerja yang digantikan oleh mesin di era Revolusi Industri 4.0. Di sinilah pentingnya belajar elektronika dan menambah pengetahuan serta keterampilan pada umumnya agar kita tetap bisa bersaing. Pada akhirnya, posisi kita haruslah sebagai pengendali mesin-mesin di Revolusi Industri 4.0.


LATIHAN
Petunjuk :
  1. Bacalah soal dengan teliti dan pilih salah satu jawaban yang benar.
  2. Tulis jawaban di buku tulis.
  3. Salin jawaban dari buku tulis tadi ke link yang terdapat di akhir soal latihan. Jika jawabannya sudah benar, maka form akan terkirim.

Soal Latihan :
1. Peralatan yang termasuk teknologi modern adalah ....
a. 

b. 










c. 










d. 


e. 









2. Berikut ini keunggulan teknologi modern, kecuali .....

a. Lebih efisien karena sistem pengoperasian alat produksi digantikan mesin.

b. Sumber daya manusia mudah dan murah untuk pembekalan pengoperasian mesin.

c. Teknologi semakin cepat, yang menghasilkan kemudahan dalam mendapatkan akses informasi dan komunikasi. 

d. Membuka peluang pekerja tenaga ahli untuk mengoperasikan mesin. 

e. Penghasilan semakin tinggi dengan adanya teknologi yang dapat memproduksi semakin cepat. 




3. Berikut ini 5 pilar teknologi utama untuk membangun revolusi industri 4.0, kecuali ....
a. Jaringan 5G 
b. Big Data 
c. Artificial Intelligence 
d. Cloud computer
e. Additive Manufacturing


4. Berikut ini tahapan dalam siklus hidup produk, kecuali ....
a. tahap perkenalan 
b. tahap pertumbuhan 
c. tahap remaja
d. tahap dewasa 
e. tahap penurunan

5. Dari hasil penelitian disebutkan bahwa ponsel pintar (smartphone) dapat menyebabkan pemanasan global yaitu dari bagian ....
a. baterai ponsel yang panas. 
b. prosesor ponsel yang panas.
c. layar ponsel yang panas.
d. proses produksi ponselnya.
e. pancaran radiasi sinyal ponselnya. 

6. Pengurangan tenaga manusia dalam kegiatan manufaktur dan rekayasa merupakan hal yang baik karena ....
a. mendorong manusia kreatif mencari pekerjaan lain yang tidak bisa digantikan oleh mesin / robot
b. mendorong manusia terbiasa bersaing dengan mesin
c. mendorong manusia bekerja lebih cepat dari mesin
d. membantu manusia untuk melakukan pekerjaan yang sulit.
e. membantu manusia untuk terbiasa menabung uang penghasilannya sebagai antisipasi ketika di PHK


LEMBAR JAWABAN